Seharusnya
Ada sepasang kaki berdiri di ujung jalan, memunculkan niatku untuk ingin memperhatikan. Aku melihat gerakan kakinya yg resah, ku pikir dia sedang menanti seseorg? Atau menunggu mobil kontener datang?
Pikiranku saat itu berharap dia berbalik dan pulang. Karena menunggu apapun akan tetap menyebalkan.
Sepertinya dia tdk mendengarku dan tetap disana dgn melangkahkan kaki sembarangan.
Lama sekali sejak aku memperhatikan. Ku curi sisa pandangan dalam bayang di kejauhan, menantikan sesuatu mungkin terjadi dihadapanku.
Sudah petang, masih tdk ada yg menyapanya ataupun kontener datang, hanya mobil kecil dan motor bising yg melewatinya bergantian. Tapi kali ini dia menutup wajahnya dgn kedua tangan, dia merasakan tubuhnya yg gemetar. Menjatuhkan isak yang tidak bisa dibendung siapapun, tertahan teriakan dari dalam kerongkongannya. Seakan tubuhnya ingin melompat hebat diantara mobil yang lewat.
Kejadian itu berjalan sangat singkat, hingga dia menoleh dan melompat secepat kilat. Tanpa resah aku berlari ke arahnya, sampai tiba-tiba ada yg menarik dan memelukku, berbisik..bahwa aku yg harus pulang.


Comments
Post a Comment