Potret dan Ingatan
Selanjutnya adalah potret lama ayahku di tahun 1994, bersama teman temannya di Wonosalam. Tahun dimana Ayah sudah mempunyai anak satu yaitu Kakaku yang bernama Zulfa. Ayahku asli orang Solo tepatnya di daerah Kragan. Entah kenapa dulu setahun sekali kita sering diajak ke Solo menemui Mbah. Karena pergi ke Solo adalah hal yang menyenangkan dan anak ayah banyak, akhirnya kita pergi bergantian, yg jelas aku caca selalu sepaket. Solo bagiku dulu adalah kota yang berbeda, banyak pohon mangga yg buahnya jatuh ditiap pekarangan rumah, halaman yg luas dan tiap keluarga punya kandang sapi. Pohon mangga Mbah yang aku incar karena dipasangi ayunan dari ban bekas dengan tali tambang. Ingatan masa kecil datang lagi, dimana aku tidak boleh banyak ngomel ke Mbah karena beliau hanya mengerti bahasa Jawa saja, kebayang kan kalau seminggu di Solo percakapan kami hanya dengan isyarat saja haha tapi kami saling mengerti dan menghargai. Mbah selalu mengajarkan hidup sederhana dan penuh makna meskipun ...



